BULETIN
ARTIKEL

Tuesday, 23 June, 2015
JADIKAN BULAN SUCI RAMADHAN SEBAGAI TARBIYAH UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PROFESIONALISME APARATUR SIPIL NEGARA

Monday, 8 December, 2014
MAKNA PEGAWAI NEGERI SIPIL BAGI MASYARAKAT

Monday, 7 July, 2014
UPAYA DINI PEMBERANTASAN KORUPSI DENGAN CONTROL SIFAT SESUNGGUHNYA MANUSIA

Monday, 9 March, 2015
MENINGKATKAN EFEKTIVITAS DIKLAT DENGAN PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN

Tuesday, 4 November, 2014
MEMOTIVASI KOMUNIKASI YANG EFEKTIF DENGAN PESERTA DIKLAT

Tuesday, 14 October, 2014
MEMBANGUN IKLIM BELAJAR YANG KONDUSIF

Wednesday, 10 September, 2014
Meningkatkan Kualitas Pegawai Melalui Pelaksanaan Diklat

Friday, 1 August, 2014
KOMPETENSI WIDYAISWARA YANG EFEKTIF DALAM MELATIH PESERTA

Tuesday, 6 January, 2015
PELANGGARAN DAN KEJAHATAN

Wednesday, 7 January, 2015
POLITIK PERUNDANG-UNDANGAN

Tuesday, 6 January, 2015
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BERBABSIS KINERJA

Tuesday, 2 December, 2014
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Friday, 5 December, 2014
PERANAN MOTIVASI DALAM BEKERJA

Monday, 1 December, 2014
PERUBAHAN POLA PIKIR DENGAN NLP

Monday, 1 December, 2014
Implementasi Tahap Taking Ownership (Breakthrough I) Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III dan Tingkat IV

Wednesday, 1 October, 2014
SERI PELAYANAN PUBLIK MENGENAL PELANGGAN

Wednesday, 1 October, 2014
MENCIPTAKAN AGEN PERUBAHAN

Wednesday, 1 October, 2014
BIROKRASI DALAM PARADIGMA PELAYANAN PUBLIK

Thursday, 4 December, 2014
TRAINING NEED ASSESSMENT (TNA)

Wednesday, 1 October, 2014
MENGATASI HAMBATAN DALAM PERENCANAAN STRATEGIS KEDIKLATAN

Monday, 1 September, 2014
SIAPKAH PERAN TENAGA FARMASI DALAM ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DI PUSKESMAS?

Tuesday, 1 July, 2014
KORUPTOR TELAH TERUNGKAP SATU PERSATU

Monday, 6 December, 2010
Berani Bermimpi Besar Sofian

Thursday, 2 December, 2010
Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang Efektif

Thursday, 2 December, 2010
Profesionalisme dalam penelitian

PENGUNJUNG
Visitor Statistics
» 1 Online
» 6 Today
» 278 Week
» 723 Month
» 2171 Year
» 2171 Entirely
Record: 82 (22.05.2017)
SARAN


Isi Saran

WEB LINK

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PENYUSUNAN RENSTRA

Mensinergikan Perencanaan Daerah dan OPD melalui Pelatihan

Perencanaan Strategis merupakan suatu proses dinamis untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat melalui urutan pilihan yang dikembangkan dengan memperhitungkan dan memperhatikan karakteristik spesifik organisasi dengan sumber daya yang tersedia. Perencanaan strategis merupakan instrument yang akan membantu pimpinan organisasi dalam mengelola dan mengalokasikan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan organisasi dengan berbagai kebijakan yang diselenggarakan.

Dalam merespon dinamika perubahan lingkungan yang strategis dan untuk lebih meningkatkan kinerja pelaksanaan pemerintah, maka setiap instansi pemerintah harus mampu memberi jawaban terhadap setiap tantangan perubahan untuk kepentingan bangsa. Upaya ke arah itu hendaknya dilakukan secara strategis, terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel). Oleh karena itu, kemampuan pemerintah dalam mengelola kegiatan pemerintahan perlu ditingkatkan melalui efektifitas fungsi-fungsi manajemen secara strategis, dengan memperhitungkan kekuatan, peluang dan kelemahan organisasi. Faktor manajemen yang paling strategis adalah fungsi manajerial yang pertama yaitu perencanaan strategis. Dikatakan demikian karena apabila perencanaan strategis telah dirumuskan dengan tepat, maka fungsi manajerial lainnya seperti implementasi dan evaluasi serta monitoring akan lebih mudah untuk dilakukan.

Perencanaan Strategis merupakan suatu rangkaian rencana tindakan dan kegiatan yang dirumuskan dan disusun guna diimplementasikan oleh segenap jajaran OPD dalam rangka pencapaian tujuan organisasi secara sistematis dan gradual. Renstra merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai dengan mempertimbangkan faktor internal dan eksternal dengan menggunakan metode analisis SWOT yang dapat mempengaruhi dalam pencapaian visi, misi dan tujuan sasaran kebijakan, program dan kegiatan.

Agar tercapai penyusunan rencana kerja yang ideal baik, maka hal yang perlu menjadi titik fokus penjabaran adalah dengan melihat pada misi dan visi suatu unit kerja/instansi setiap OPD bersangkutan. Hal ini agar apa yang akan disusun dan direncanakan dapat tepat pada sasaran sehingga hasil yang diharapkan akan optimal

Terselenggaranya  Pemerintahan yang baik dan bersih atau good government and clean government merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk memotivasi timbulnya aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan  serta cita-cita berbangsa dan bernegara.  Oleh karena itu diperlukan peningkatan pelayanan yang adil dan merata  dengan meningkatkan profesionalisme  aparatur untuk mencapai pelayanan prima sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab.

Berkaitan dengan pelayanan publik  di daerah, yang dilakukan aparatur pemerintah di daerah diperlukan unsur-unsur mendasar antara lain unsur profesionalisme dari pelaku dan penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik. Salah satu dari indikator keberhasilan unsur profesionalisme dari pelaku dan penyelenggara pemerintahan dan pelayanan publik yang dilakukan oleh aparatur di daerah adalah bagaimana pemerintah di daerah melakukan program dan kegiatan yang berorientasi pada apa yang hendak di capai dalam kurun waktu tertentu sehubungan dengan visi dan misi dari pemerintah di daerah, dan rencana strategis merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja profesionalisme pemerintah di daerah tersebut.

Rencana  strategis instansi pemerintah merupakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutat perkembangan lingkungan strategis, nasional dan global serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional sehingga pembangunan berjalan efektif, bersasaran dan sinkron dengan pembangunan nasional dan pembangunan daerah.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi sekaligus merespon berbagai tuntutan dan kondisi riil masyarakat yang berjalan dengan cepat sesuai perubahan yang terjadi di daerah, maka diperlukan rencana strategis dari semua instasi pemerintah di daerah untuk menjawabnya. Hal ini penting karena rencana strategis merupakan akumulasi berbagi tujuan yeng hendak dicapai  baik tujuan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Agar suatu perencanaan strategis dapat disusun dengan baik, maka perencanaan yang disusun haruslah mempertimbangkan dinamika perubahan lingkungan strategis, responsive, efektif, efisien, akuntabel dan terukur. Perencanaan yang responsif disini artinya bahwa perencanaan yang disusun harus dapat mengantisipasi berbagai potensi, masalah dan perubahan yang terjadi didaerah.

Efisien disini dimaksudkan bahwa dalam upaya pencapaian kinerja output tertentu, maka penggunaan sumberdaya sebagai input harus diupayakan seminimal mungkin. Efektif artinya bahwa perencanaan memiliki kemampuan mencapai target dengan sumber daya yang dimiliki, dengan cara atau proses yang optimal.

Akuntabel artinya bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari perencanaan pembangunan daerah harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan. Sedangkan terukur adalah adanya penetapan target kinerja yang akan dicapai dan cara-cara untuk mencapainya.

Oleh karena itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal                   27 Maret 2017 membuka Pendidikan dan Pelatihan Penyusunan Renstra yang berlangsung selama 5 (lima) hari sampai dengan 1 April 2017 bertempat di Aula Bhinneka Tunggal Ika Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Barat dengan para peserta berjumlah 30 (tiga puluh) orang berasal dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

 

Keikutsertaan para PNS dalam Diklat Penyusunan Renstra ini menjadi sangat penting dalam rangka meningkatkan pengetahuan aparatur, sehingga aparatur kedepannya nantinya dapat menerapkan ilmu yang didapat dan benar-benar mampu membuat dan menyusun Renstra di lingkungan kerjanya masing-masing, sesuai dan dapat mendukung keberhasilan pembangunan di Provinsi Kalimantan Barat sehingga tidak ada lagi program atau kegiatan yang melenceng dari visi dan misi yang telah ditetapkan.

Rotate Images
Gallery Kegiatan Badan Pelatihan Provinsi Kalimantan Barat